Menjadi Penyelesai
Oleh : Palgunadi T. Setyawan
Rasanya dalam kehidupan ini hanya ada dua jenis manusia. Satu jenis saya sebut pemasalah. Yang lainnya saya sebut penyelesai. Kalau si penyelesai, dalam sikap berfikir dan bertindaknya selalu melihat penyelesaian, atau solusi dari semua masalah. Si gelapnya, pada sisi masalahnya. Selalu meragukan setiap solusi yang disodorkan untuk menyelesaikan masalah itu.
Dunia baginya merupakan rangkaian penderitaan dan kekecewaan. Tidak sesuainya kenyataan dengan apa yang dia harapkan. Dan itu semua dia salahkan kepada yang selain dirinya. Dia selalu merasa bahwa dia adalah korban perbuatan orang lain dan atau lingkungannya. Dan dalam setiap kegagalan dan ketidak nyamanan karena dia tidak dapat memenuhi janji dan kewajibannya, dia selalu menemukan ribuan alasan untuk menyalahkan yang selain dirinya itu.
Sikap berfikir dan bertindaknya selalu menunggu dan mananti untuk diselamatkan, untuk dientaskan oleh suatu keajaiban atau oleh orang lain. Yang tentulah tak pernah akan datang. Dia hidup dalam rangkaian penantian yang mengecewakan. Dan kalau dia menemukan dan berkumpul dengan sejenisnya, akan terbentuklah kelompok anak yang memprihatinkan kalau tidak mengerikan. Sebaliknya seorang penyelesai akan melihat bahwa masalah adalah rahmat. Suatu tanda bahwa ia masih diberi kehidupan dengan rasa syukur dia kerahkan, dia bangkitkan, sekecil apapun kekuatan yang ada dalam dirinya untuk menghadapi masalah itu.
Dan dengan kecerdasannya dia melihat dan memanfaatkan sekelilingnya sebagai sarana bantu yang dia bisa kerahkan untuk selesaikan masalah. Dia punya keyakinan yang kuat bahwa bisa dimulai dengan berfikir bisa. Dia memilih untuk bekerja cerdas, tidak sekedar bekerja keras. Dia kreatif, menemukan cara-cara dan tindakan jalan keluar dan tahu bahwa kreatifitas itu bukan hadiah atau dapat diambil dari luar dirinya. Kreatifitas adalah hasil pembangunan dari dalam dirinya. Dia mempunyai motivasi yang kuat untuk bergerak dan bertindak. Dia tegas dalam mengambil keputusan. Tidak pernah berhuang keputusan. Yakin bahwa pelajaran banyak dapat dipetik dengan bertindak dan melakukan.
Kesehariannya adalah mengumpulkan sukses. Secara sederhana sukses itu adalah membuat janji dan memenuhinya. Setiap pemenuhan janji, baik yang terucap maupun yang hanya dalam hati adalah sukses. Dia sadari kekhasan dirinya. Dia gunakan kelebihan dirinya untuk menjadikan dirinya juara dibidangnya. Dia tidak mau hanya menjadi rata-rata. Dia zakatkan kelebihannya itu untuk kebaikan yang selain dirinya. Orang lain dan lingkungannya.
Untuk dirinya sendiri dia merasa tercukupi, karena itu dia tidak memerlukan apa-apa. Dia tidak pernah merasa terdesak, tidak pernah merasa kehabisan waktu. Dia selalu merasa longgar, ada waktu untuk sesuatu. Hatinya damai. Dia hadapi setiap masalah, di medan manapun dalam cuaca yang bagaimanapun. Dia tidak memenjarakan dririnya hanya pada satu kotak penyelesaian, dia jadikan dirinya sebenar-benarnya manusia merdeka.
Merdeka dalam berfikir, memilih dan mengambil keputusan. Dia memilih untuk bertindak dan melakukan sebaik yang dia bisa dalam suasana hati yang bagaimanapun. Dia tidak merasa terpenjara oleh apapun kecuali oleh ketentuan dan hukum Tuhan. Karena segala tindakannya dia lakukan dengan nama Tuhan, bersama Tuhan dan untuk Tuhan. Dia amat kenyal, mengalir dengan perubahan, selalu berubah untuk aktual dimana saja, kapan saja. Dia pandai untuk menyelaraskan dengan prinsip-prinsip yang tidak berubah, melakukan penyesuaian untuk selalu membangun nilai tambah. Dia selalu mempunyai pikiran yang tahu, tangan yang bisa, hati yang mau. Dia tampil mempesona, banyak temannya dan dalam siraman cahaya Tuhan yang cemerlang. Kehidupannya menjadi teladan, ucapannya jadi penganjur dan tindakannya jadi penyuruh bagi siapa saja yang bersentuhan dengannya. Dia jadi guru masyarakatnya. Tulisan ini saya persembahkan untuk mengingat saudara kita yang telah tiada, seorang penyelesai almarhum Nurcholish Masjid, Cak nUr. Memperingati hari lahirnya yang ke 70 th , 17 Maret 2009. Semoga berliau berada dalam kedamaian abadi bersamaNya. Juga bagi semua penyelesai di negeri tercinta ini.
Salam….