MENGAMANKAN ASET TERPENTING PERUSAHAAN
Oleh: Palgunadi T. Setyawan
Penjelasan tentang cara evakuasi dan keamanan yang diberikan mendahului setiap kumpulan, baik itu rapat kecil atau pertemuan besar, merupakan salah satu prosedur standar yang diwajibkan dalam rangka manajemen risiko.
Fokus perhatian prosedur ini dipusatkan pada keselamatan setiap orang yang berada dalam tanggung jawab “tuan rumah”, bila bencana yang tidak diharapkan mendadak tiba.
Prosedur ini sudah amat biasa bila kita naik pesawat terbang. Karena kemungkinan bahaya terasa nyata dan dekat. Namun sebenarnya hal itu sama diperlukan dimanapun banyak orang berkumpul, disuatu tempat, dalam kendaraan darat maupun laut, balai pertemuan, pusat perbelanjaan, hotel, maupun ruang rapat kantor yang kecil sekalipun.
Ada suatu perusahaan yang mewajibkan karyawan dan eksekutifnya untuk menilai prosedur keselamatan hotel tempat dia akan menginap. Begitu dia membuka pintu kamarnya, dia harus pertama-tama melihat dan membaca prosedur penyelamatan diri dengan petunjuk jelas tentang pintu keluar dan sebagainya. Apabila prosedur itu tidak memadai dia berhak untuk pindah ke hotel yang lebih memenuhi syarat prosedur keselamatannya walaupun mungkin harganya melebihi anggaran yang berlaku baginya, bila tidak ada pilihan lain.
Semua itu dilakukan dalam rangka memanusiakan manusia. Menghormati keselamatan orang diatas segalanya. Dilandasi pemahaman bahwa manusia adalah asset terpenting. “Human Capital”. Makin tinggi senioritas dan pangkat seseorang makin banyak investasi yang telah ditanamkan padanya. Pada tingkat itu, bila kita kehilangan dia, kita kehilangan aset yang amat berharga bagi organisasi atau perusahaan.
Ketika CEO Holcim Indonesia menjadi salah satu korban peledakan bom J. W. Marriot Jakarta beberapa waktu yang lalu, dapat dibayangkan kehilangan yang dialami Holcim Indonesia .
Pemahaman dan keyakinan menghargai manusia sebagai aset paling penting suatu organisasi atau perusahaan, yang kemudian diamalkan dalam bentuk standar aturan dan prosedur pelaksanaan yang nyata, yang wajib diikuti dan dipatuhi, dipraktekkan dan dilatihkan, merupakan wujud tanggung jawab sosial organisasi atau perusahaan yang cerdas.
Risiko terbesar yang dipikul oleh organisasi apapun termasuk perusahaan adalah kehilangan orang terbaiknya.
Untuk PKPU, 10 Feb '10