Tiap detik adalah bersyukur

Jakarta yang kini mulai sering dihiasi awan, pagi Rabu kemarin terasa hangat, terutama bagi mereka yang mendengarkan CEO Wisdom di Delta Morning Show jam 08.00 WIB - 09.00 WIB. Hangat sekaligus menyejukkan, karena tamu yang hadir adalah Palgunadi Tatit Setyawan yang punya seabrek jabatan meski usianya sudah berkepala enam. Beberapa kegiatan yang masih dijalani pria kelahiran tahun 1939 ini yakni sebagai CEO PT. Gapura Multi Mandiri, Komisaris PT. Pembangunan Jaya Ancol, Ketua Umum Yayasan Persahabatan, Kepala Lembaga Pengembangan Manajeman & Kewirausahaan Universitas Al-Azhar Jakarta, Chairman Hijrah Isntitut dan jabtan lainnya.

Sejak awal perbincangan dengan host Ifeb, begitu banyak wisdom yang bisa di share ke pendengar 99,1 Delta FM Jakarta. Bagi pria lulusan Master Balistic Engineer University of Belgrade Yugoslavian Military Science and Industry Institute 1966 dan Industrial Metrology University of Leuven, Belgium Institute of Manufacturing Engineering 1973 ini, setiap detik adalah bersyukur kepada Allah. Bagi Palgunadi, mengeluh merupakan tanda tidak bersyukur. "Musibah bila disyukuri akan menjadi hikmah", tambahnya. Meski kejahatan dan kebaikan adalah dari Allah, namun Allah memberikan kemampuan yang lebih besar kepada manusia, yaitu freedom to choose.

Begitu banyak respon pendengar yang mengagumi falsafah hidup Palgunadi yang ia share pagi itu. Menurut Palgunadi yang juga penulis buku Daun Berserakan ini, dalam hidup kita harus mempunyai kemampuan untuk memilih dan memutuskan. Termasuk ketika Palgunadi lebih memilih untuk datang ke studio Delta, meski ia harus bertemu dengan mantan wakil perdana menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan bertemu dengan Presiden SBY.

Republika Online
www.republika.co.id

 

 


Copyright © 2008, Powered by CV. Mandiri Multi Kreasi
Design by Tata & Izul