LANDASAN FILOSOFI CSR YANG HAKIKI
Oleh: Palgunadi T. Setyawan

 

Alam adalah Hukum Allah

Karena itu belajarlah pada alam. Tabiat dan perilaku alam tidak ada yang janggal, teratur, tidak acak-acakan. Inilah ciptaanNya, tanpa cacat

Islam tidak bermaksud mengajarkan keberadaan Allah melalui kerumitan kehidupan yang ada tetapi: “Mengguncangkan Manusia” pada kesadaran akan Allah melalui fakta-fakta.

Salah satu contoh: Eksplosi Jagad Raya

Dengan kecepatan yang amat menakjubkan galaksi-galaksi itu “terbang” menjauh satu sama lain dan dari suatu titik awal tertentu sehingga lahirlah teori “The Big Bang Of The Universe”.

Dalam alam jagad raya yang dikenal ukuran yang amat kecil dari inti atom hingga jarak terjauh kumpulan galaksi yang dapat diamati teleskop terdapat rentang banding sebesar kira-kira 1:10 pangkat 40.

“Allah menampilkan diriNya pada keharmonisan apa saja yang ada” kata Albert Einstein

Berfikir

Sifat Pikir:

•  Ada potensi

•  Ada daya

•  Tidak suka ruwet

•  Melahirkan ilmu

Segala sesuatu mulai dengan pikiran. “Hidup seseorang dipenuhi dengan kejadian dan peristiwa apa yang dipikirkannya sepanjang hari”. Apa yang kita pikirkan menetapkan siapa kita. Siapa kita menetapkan apa yang kita lakukan. “Tindakan seseorang merupakan tampilan terbaik dari apa yang ia pikirkan”. Pikiran kita menetapkan takdir kita dan takdir kita menetapkan apa yang kita wariskan . Pikiran kita membawa kita berada berada dimana kita saat ini dan besok kita berada dimana pikiran kita mengantarkannya.

Mereka yang berada dipuncak, berpikir beda dengan orang kebanyakan, tidak ada yang membatasi suatu hasil upaya kecuali pikiran kerdil dan tidak ada keluasan kemungkinan seluas pikiran bebas.

Kita dapat merubah jalan berfikir kita karena itu pikirkanlah segala hal yang mulia, bermakna, murni, anggun, indah, baik, bajik, dsb.

Pandangan Hidup

Suatu pandangan hidup adalah jalan berfikir seseorang melihat dan menyelaraskan dunia dan tempat dimana dia berada. Pandangan hidup kita tidak saja mempengaruhi jalan berfikir kita melainkan juga mempengaruhi perilaku kita. Padangan hidup kita menentukan kwalitas hidup kita.

Pandangan hidup yang benar meyakini bahwa manusia dicipta bukan untuk hanya memikirkan dirinya sendiri dan membuat kerusakan. Dia tidak dicipta untuk menjadi sia-sia, tanpa harapan dan nestapa. Dia dicipta dengan kemuliaan dan dengan kesadaran alami untuk mengabdi kepada Penciptanya. Allah menganugerahi manusia dengan kemampuan berfikir dan memuliakannya menjadi khalifahNya, wakilNya dimuka bumi ini. Hadiah terbesar Allah kepada manusia setelah diberi hidup adalah kemerdekaan untuk berfikir dan memilih. Menjadi khalifah, manusia mendapat peran dan tanggung jawab terhadap seluruh penciptaan yang ditundukkan dihadapannya sebagai kepercayaan atau amanah. Manusia dapat menghancurkan semuanya atau memelihara dan menjadi rahmat bagi mereka.

Amanah ini menuntut manusia untuk hidup secara selaras, harmoni dengan kehendak Pencipta. Harmoni dengan dengan dirinya sendiri, harmoni dengan orang lain dan harmoni dengan seluruh alam penciptaan. Apabila dia hidup dengan harmoni universal demikian maka dia muslim dalam artian yang sejati dan benar. Dia bajik. Bila sebaliknya maka dia dzolim, laknat menimbulkan ketidakadilan dan kejahatan. Oleh karena itu dibalik kemerdekaan berfikir dan memilih yang dianugerahkan Allah kepada manusia, manusia harus bajik, bertanggung jawab atas semua yang dia pikirkan dan kerjakan

Pandangan hidup yang demikian itulah yang melandasi sikap berfikir dan berbuat bahwa bila kita membangun usaha apa saja itu harus bermanfaat, sejahtera, tidak saja untuk dirinya sendiri dan kelompoknya tapi juga bagi alam dan masyarakat sekelilingnya maupun masyarakat luas pada umumnya.

Inilah landasan dasar “Corporate Social Responsibility” atau CSR yang hakiki dan benar

 

Untuk PKPU, April 2010

 

Copyright © 2008, Powered by CV. Mandiri Multi Kreasi
Design by Tata & Izul