USAHA YANG BERKAH
Oleh: Palgunadi T. Setyawan
Perusahaan yang menawan, dikenal luas, dibanggakan tidak saja oleh para karyawannya tetapi juga oleh orang banyak dan orang kebanyakan adalah perusahaan yang sejahtera.
Dijadikan rujukan bagi perusahaan dilingkungan industrinya maupun dilingkungan dunia usaha pada umumnya. Kalau boleh menyebut beberapa nama seperti “Singapore Airline”, “Astra Internasional”, “Unilever”, “Holcim” dan banyak lagi.
Mereka mempunyai kesamaan paling tidak dalam 5 [ lima ] hal:
Pertama, berbudaya. Budaya, culture dalam artian harafiah adalah nilai yang diamalkan “Value in Practise”. Nilai yang diemban dan diyakini dan terlihat dalam amalan keseharian, perilaku baik oleh karyawannya secara individual maupun oleh perusahaan dalam praktek berusaha.
Yang kedua, tidak menjalankan usaha yang digolongkan tidak baik. Perjudian, mengambil riba, penuh tipu muslihat, barang maksiat, narkoba dan lainnya.
Yang ketiga, tumbuh. Dengan waktu perusahaan itu tumbuh berkembang. Bukan hanya volume penjualannya tapi juga layanan yang disajikan, keleluasaan daerah usaha dan terutama jumlah warganya baik yang langsung, karyawannya tetapi juga mitra usahannya. Tempat mengaktualisasi kehidupan banyak orang yang hebat dan mulia.
Yang ke empat, punya jejaring kemitraan yang luas. Tidak saja diantara para pesaing usahanya yang setara namun juga dengan para mitra usahanya dalam mata rantai persediaan usahanya baik ke hulu maupun ke hilir.
Dan yang ke lima , bermartabat. Dirasakan kemanfaatan keberadaannya oleh masyarakat luas baik yang jauh maupun yang dekat. Langsung maupun tidak.
Dia adalah perusahaan yang mengamalkan CSRnya dengan cerdas, baik dan benar. Itulah perusahaan dan usaha yang berkah.
Untuk PKPU, 22 Des ‘09