SEJAHTERAKAN RUMAHMU, LALU BAGI KE TETANGGAMU
Oleh: Palgunadi T. Setyawan
Dalam permainan golf ada istilah “Inside_out”. Waktu mengayun tongkat golf untuk memukul bola, lintasan ayunan tongkat harus mengarah dari dalam keluar. Bila kita, mengharapkan pukulan yang benar pada bola sehingga bola akan melesat lurus jauh kedepan sesuai sasaran. Bila lintasan ayunan itu salah, bukan “Inside_out” melainkan “Outside_in” maka dipastikan bola akan melenceng ke kiri atau ke kanan jauh dari yang dimaksud.
Mirip dengan itu, penyelenggaraan CSR juga harus “Inside_out”. Mulai dari dalam, memancar keluar. Kesejahteraan harus dimulai dari rumah. Kepedulian harus dimulai dari rumah. Berbagi kasih harus dimulai dari rumah. Perusahaan ibarat rumah, harus dirasakan kelapangan dan kenyamanannya serta menjadi tempat yang tepat untuk berkreasi dan membangun kesejahteraan penghuninya. Mengeluarkan yang terbaik dari dalam dirinya.
Pimpinan saya di perusahaan selalu mengingatkan, tugas utama pimpinan, baik secara sendiri-sendiri atau kelompok adalah menyiapkan dan membangun perusahaan sebagai lahan yang subur, dipupuk setiap saat agar karyawan dan seluruh pelaku anggota perusahaan ibarat bibit unggul dapat tumbuh subur menjadi sebaik-baik dan sesukses-sukses dirinya. Tentu dalam kaitan dan ikatan untuk mencapai sasaran bersama yaitu sasaran-sasaran yang telah ditetapkan perusahaan dalam visi dan misinya dan bukan sasaran-sasaran pribadi.
Karena itu hasil usaha perusahaan pada hakekatnya merupakan kumulatif hasil usaha individual anggota perusahaan. Individu-individu yang unggul dan hebat itu. Perusahaan yang dibanggakan oleh masyarakat pada hakekatnya dimulai dengan dibanggakan oleh karyawannya.
Perilaku bekerja karyawan dan hasil kerjanya merupakan ungkapan syukur karyawan atas tempat bekerjanya, perusahaannya. Perilaku itu kemudian akan menjalar keluar, kemasyarakat menjadi wujud tanggung jawab sosial perusahaan itu secara benar, baik dan utuh. Yang bukanlah CSR kosmetik dimana perusahaan berusaha untuk dikenal sebagai perusahaan baik dan dermawan dengan program public relation yang hebat dimasyarakat namun hasilnya justru dicemooh karena perilaku keseharian perusahaannya yang tidak etis dan tidak bisa dibanggakan oleh karyawannya, secara terbuka ataupun terpenam. Ibarat main golf, ini merupakan ayunan pukulan “Outside_in” yang akan menghasilkan pukulan bola yang jauh melenceng.
Konsep CSR perusahaan yang benar dan baik pertama-tama harus diwujudkan dalam perilaku perusahaan terhadap anggota keluargannya, karyawannya, para pengasuhnya. Lalu merambat keluar kepada seluruh pemangku kepentingan lainnya yang lebih luas. Tiada henti membangun rasa damai, yang melahirkan kecerian. Dari keceriaan akan lahir kreatifitas dan keberanian yang dengan cerdas mengambil keputusan untuk bertindak. Dan dari tindakannya itu terwujudlah perbuatan baik yang menghasilkan kesejahteraan lahir batin dan berkelanjutan bagi dirinya, perusahaannya dan lingkungannya.
Untuk PKPU, 2009